Sunday, February 13, 2011

IMAN: Beriman kepada Allah (bhg. 2)

Perbezaan Antara Mukmin Dan Kafir



أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَن بَاءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Adakah orang yang menurut keredaan Allah itu sama seperti orang yang kesudahannya mendapat kemurkaan dari Allah? Sedang tempat kembalinya ialah neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
(`Ali-Imraan. 3:162)



أَفَمَنوَعَدْنَاهُوَعْدًاحَسَنًا فَهُوَلَاقِيهِكَمَنمَّتَّعْنَاهُمَتَاعَالْحَيَاةِالدُّنْيَاثُمَّ هُوَيَوْمَالْقِيَامَةِمِنَالْمُحْضَرِينَ

(Jika sudah diketahui yang demikian) maka adakah orang yang Kami janjikan kepadanya janji yang baik (balasan Syurga) lalu ia mendapatnya, sama seperti orang yang kami kurniakan menikmati kesenangan hidup di dunia kemudian ia pada hari kiamat termasuk dalam golongan yang dibawa (untuk menerima azab neraka)?
(Al-Qasas. 28:61)



أَفَمَن وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَن مَّتَّعْنَاهُ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْمُحْضَرِينَ
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Kerana sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya, dan Ia juga memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya. Oleh itu, janganlah engkau membinasakan dirimu (wahai Muhammad) kerana menanggung dukacita terhadap kesesatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka kerjakan.
(Al-Faathir. 35:8)




وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ ۚ قَلِيلًا مَّا تَتَذَكَّرُونَ
Dan sememangnya tidaklah sama orang yang buta dan orang yang melihat, dan juga tidaklah sama orang-orang yang beriman serta beramal soleh dengan orang yang melakukan kejahatan. (Meskipun hakikat ini jelas nyata, tetapi) sedikit sangat kamu beringat dan insaf.
(Al-Mukmin/Ghaffir. 40:58)



وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ ۚ قَلِيلًا مَّا تَتَذَكَّرُونَ

Sebenarnya orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang benar mengenai ayat-ayat keterangan Kami, tidak terselindung keadaan mereka dari (pengetahuan) Kami. Maka adakah orang yang dihumbankan ke dalam neraka lebih baik, atau orang yang datang dalam keadaan aman dan selamat pada hari kiamat? “Buatlah apa yang kamu suka, sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang kamu lakukan”.
(Fusshilat. 41:40)





وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ ۚ قَلِيلًا مَّا تَتَذَكَّرُونَ

Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Buruk sungguh apa yang mereka sangka itu.
(Al-Jathiyah. 45:21)




أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُم
Dengan yang demikian, adakah orang orang (yang beriman dan taat) yang keadaannya sentiasa berdasarkan bukti yang nyata dari Tuhannya: sama seperti orang-orang (yang ingkar – derhaka) yang telah diperhiaskan kepadanya (oleh Syaitan) akan kejahatan amalnya (sehingga dipandangnya baik), dan yang telah menurut hawa nafsunya? (Sudah tentu tidak sama)!
(Muhammad. 47:14)



Iman Lebih Utama Daripada Memberi Minum Jemaah Haji dan Meramaikan Masjidil Haram



أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِندَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji, dan (hanya perbuatan) menguruskan Masjid Al-Haraam itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan hidayah petunjuk kepada kaum yang zalim.
(At-Taubah. 9:19)



Iman dan Amal



وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka; dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada orang-orang yang zalim.
(‘Ali-Imraan. 3:57)




وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh , Kami tidak memberati diri seseorang (dengan kewajipan) melainkan sekadar yang terdaya olehnya, – merekalah ahli Syurga, mereka kekal di dalamnya.
(Al-A’raaf. 7:42)




الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ
Orang-orang yang beriman dan beramal soleh,  bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang sebaik-baiknya.
(Ar-Ra’d. 13:29)




وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal soleh, ke dalam Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka; Ucapan penghormatan didalamnya(Syurga) ialah Salam.
(Ibrahim. 14:23)



Hidayah Menuju Iman


وَلاَتُؤْمِنُواْإِلاَّلِمَنتَبِعَ دِينَكُمْقُلْ إِنَّالْهُدَىهُدَىاللّهِ أَنيُؤْتَىأَحَدٌمِّثْلَ مَاأُوتِيتُمْأَوْيُحَآجُّوكُمْعِندَرَبِّكُمْقُلْ إِنَّالْفَضْلَبِيَدِاللّهِيُؤْتِيهِمَن يَشَاءوَاللّهُوَاسِعٌعَلِيمٌ

Dan berkatalah segolongan dari Ahli Kitab (sesama sendiri): “Berimanlah kamu kepada Al-Quran yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman itu: pada sebelah pagi, dan kufurlah (ingkarlah) pada petangnya, supaya mereka (merasa ragu-ragu, lalu) kembali menjadi kafir semula”.
(Ali-Imraan. 3:73)




فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
Oleh itu, orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (ajaran Al-Quran) ini, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmatNya dan limpah kurniaNya (syurga), dan Allah akan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus (jalan ugama Islam), yang membawa kepadaNya.
(An-Nisaa’. 4:175)



لَقَدْكَانَ فِيقَصَصِهِمْعِبْرَةٌلِّأُوْلِيالأَلْبَابِمَا كَانَحَدِيثًا يُفْتَرَىوَلَكِنتَصْدِيقَالَّذِيبَيْنَيَدَيْهِوَتَفْصِيلَكُلَّشَيْءٍ وَهُدًىوَرَحْمَةًلِّقَوْمٍيُؤْمِنُونَ

Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.
(Yusuf. 12:111)



Contoh Iman


قُلْسِيرُواْفِيالأَرْضِثُمَّانظُرُواْكَيْفَكَانَعَاقِبَةُالْمُكَذِّبِينَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat buruk (yang menimpa) orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul) itu.”

قُللِّمَن مَّافِيالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِقُل لِلّهِكَتَبَعَلَىنَفْسِهِالرَّحْمَةَلَيَجْمَعَنَّكُمْإِلَى يَوْمِالْقِيَامَةِلاَ رَيْبَفِيهِالَّذِينَخَسِرُواْأَنفُسَهُمْفَهُمْ لاَيُؤْمِنُونَ

Bertanyalah (wahai muhammad): “Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “(Semuanya itu) adalah milik Allah. Ia telah menetapkan atas diriNya memberi rahmat. Demi sesungguhnya Ia akan menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya”. Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah), maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.
(Al-An’am. 6:11-12)



Hidayah


أَفَحُكْمَالْجَاهِلِيَّةِيَبْغُونَ وَمَنْأَحْسَنُمِنَ اللّهِحُكْمًالِّقَوْمٍيُوقِنُونَ

Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliyah? Padahal – kepada orang-orang yang penuh keyakinan – tidak ada sesiapa yang boleh membuat hukum yang lebih pada daripada Allah.
(Al-Maaidah. 5:50)



وَكَذَلِكَنُرِيإِبْرَاهِيمَمَلَكُوتَالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِوَلِيَكُونَمِنَالْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
(Al-An’am. 6:75)



اللّهُالَّذِيرَفَعَالسَّمَاوَاتِبِغَيْرِعَمَدٍتَرَوْنَهَاثُمَّاسْتَوَى عَلَىالْعَرْشِوَسَخَّرَالشَّمْسَوَالْقَمَرَكُلٌّيَجْرِيلأَجَلٍمُّسَمًّىيُدَبِّرُالأَمْرَيُفَصِّلُالآيَاتِ لَعَلَّكُمبِلِقَاءرَبِّكُمْتُوقِنُونَ

Allah jualah yang menjadikan langit terangkat tinggi dengan tiada bertiang sebagaimana yang kamu melihatnya, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; dan Ia memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya) tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Allah jualah yang mentadbirkan segala urusan; Ia menerangkan tanda-tanda kekuasaanNya satu-persatu, supaya kamu yakin kepada pertemuan Tuhan kamu (untuk menerima balasan).
(Al-Ra’d. 13:2)



وَاعْبُدْرَبَّكَحَتَّىيَأْتِيَكَالْيَقِينُ

Dan sembahlah Tuhanmu, sehingga datang kepadamu yakin(yakni ajal)
(Al-Hijr. 15:99)



وَجَعَلْنَامِنْهُمْأَئِمَّةًيَهْدُونَبِأَمْرِنَالَمَّاصَبَرُواوَكَانُوابِآيَاتِنَايُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan dari kalangan mereka beberapa pemimpin, yang membimbing kaum masing-masing kepada hukum ugama Kami, selama mereka bersikap sabar (dalam menjalankan tugas itu) serta mereka tetap yakin akan ayat-ayat keterangan Kami.
(Sajdah. 32:24)



رَبِّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَمَا بَيْنَهُمَاإِن كُنتُممُّوقِنِينَ

Tuhan (yang mencipta dan mentadbirkan) langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya; kalau betul kamu orang-orang yang yakin (maka terimalah apa yang diutuskan kepada kamu).
(Ad-Dukhaan. 44:7)



Kemunafikan



أَلاإِنَّهُمْيَثْنُونَصُدُورَهُمْلِيَسْتَخْفُواْمِنْهُ أَلاحِينَيَسْتَغْشُونَثِيَابَهُمْيَعْلَمُمَا يُسِرُّونَوَمَايُعْلِنُونَإِنَّهُعَلِيمٌ بِذَاتِالصُّدُورِ

Ketahuilah! Sesungguhnya mereka yang ingkar itu membongkokkan badan mereka untuk menyembunyikan (perasaan buruk yang ada dalam dada mereka) daripada Allah. Ketahuilah! Semasa mereka berselubung dengan pakaian mereka sekalipun, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan; sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada.
(Hud. 11:5)



وَيُعَذِّبَالْمُنَافِقِينَوَالْمُنَافِقَاتِوَالْمُشْرِكِينَوَالْمُشْرِكَاتِالظَّانِّينَبِاللَّهِظَنَّالسَّوْءِعَلَيْهِمْدَائِرَةُالسَّوْءِوَغَضِبَاللَّهُعَلَيْهِمْوَلَعَنَهُمْوَأَعَدَّلَهُمْجَهَنَّمَوَسَاءتْمَصِيرًا

Dan supaya Ia menyeksa orang-orang munafik – lelaki dan perempuan, dan orang-orang musyrik – lelaki dan perempuan, yang menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang buruk (bahawa Ia akan mengecewakan RasulNya). Atas merekalah tertimpanya bala bencana yang dibawa oleh peredaran zaman; dan (selain itu) Allah murkai mereka dan melaknatkan mereka serta menyediakan untuk mereka neraka Jahannam; sedang neraka Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
(Al-Fath. 48:6)



يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّجَاهِدِالْكُفَّارَوَالْمُنَافِقِينَوَاغْلُظْعَلَيْهِمْوَمَأْوَاهُمْجَهَنَّمُوَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Wahai Nabi! Berjihadlah (menentang) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, serta bertindak keras terhadap mereka. Dan (sebenarnya) tempat mereka ialah neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali
(At-Tahrim. 66:9)



وَمَاجَعَلْنَاأَصْحَابَالنَّارِإِلَّامَلَائِكَةًوَمَاجَعَلْنَاعِدَّتَهُمْإِلَّافِتْنَةًلِّلَّذِينَكَفَرُوالِيَسْتَيْقِنَالَّذِينَأُوتُواالْكِتَابَوَيَزْدَادَالَّذِينَآمَنُوا إِيمَانًاوَلَايَرْتَابَالَّذِينَأُوتُواالْكِتَابَوَالْمُؤْمِنُونَوَلِيَقُولَالَّذِينَفِيقُلُوبِهِممَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَمَاذَاأَرَادَاللَّهُ بِهَذَامَثَلًاكَذَلِكَيُضِلُّاللَّهُ مَنيَشَاءوَيَهْدِيمَن يَشَاءوَمَا يَعْلَمُجُنُودَرَبِّكَإِلَّا هُوَوَمَا هِيَإِلَّاذِكْرَىلِلْبَشَرِ

Dan tidaklah Kami menjadikan pengawal-pengawal neraka itu melainkan (dari kalangan) malaikat; dan Kami tidak menerangkan bilangan mereka melainkan untuk menyesatkan orang-orang kafir itu, supaya orang-orang yang diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani) boleh percaya dengan yakin (akan kebenaran Al-Quran), dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya; dan juga supaya orang-orang yang diberi Kitab dan orang-orang yang beriman itu tidak ragu-ragu (tentang kebenaran keterangan itu); dan (sebaliknya) supaya orang-orang (munafik) yang ada penyakit (ragu-ragu) dalam hatinya dan orang-orang kafir berkata: “Apakah yang di maksudkan oleh Allah dengan menyebutkan bilangan ganjil ini?” Demikianlah Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya, dan memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan tiada yang mengetahui tentera Tuhanmu melainkan Dia lah sahaja. Dan neraka(Saqar) itu tidak lain hanyalah menjadi peringatan bagi manusia.
(Al-Mudatstsir. 74:31)



Keraguan


الْحَقُّمِنرَّبِّكَفَلاَتَكُونَنَّمِنَالْمُمْتَرِينَ

Kebenaran itu (wahai Muhammad), adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh itu jangan sekali-kali engkau ragu.
(Al-Baqarah. 2:147)



وَمِنَالنَّاسِمَنيَعْبُدُاللَّهَ عَلَىحَرْفٍفَإِنْأَصَابَهُخَيْرٌاطْمَأَنَّبِهِ وَإِنْأَصَابَتْهُفِتْنَةٌ انقَلَبَعَلَىوَجْهِهِخَسِرَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَذَلِكَ هُوَالْخُسْرَانُالْمُبِينُ

Dan ada di antara manusia yang menyembah Allah dengan sikap dan pendirian yang tidak tetap, iaitu kalau ia beroleh kebaikan, senanglah hatinya dengan keadaan itu; dan kalau pula ia ditimpa fitnah kesusahan, berbaliklah ia semula (kepada kekufurannya). (Dengan sikapnya itu) rugilah ia akan dunia dan akhirat, itulah kerugian yang terang nyata.
(Al-Hajj. 22:11)



وَلَوْتَرَى إِذْفَزِعُوافَلَافَوْتَ وَأُخِذُوامِنمَّكَانٍقَرِيبٍ

Dan (sungguh ngeri) jika engkau melihat (keadaan orang-orang yang bersalah itu) ketika mereka gelisah takut (menyaksikan azabnya) serta mereka tidak mendapat jalan mengelaknya, dan mereka pun diambil dari tempat mereka berada (untuk dibawa ke tempat azab).
(Saba’. 34:51)



0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...